Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

January 20, 2011

Kecerdasan Visual-Spasial vs Gaya Belajar Visual

Kecerdasan majemuk pertama kali dicetuskan oleh Gardner. Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence. Menurut Gardner, kecerdasan majemuk ada delapan, yakni:
  1. visual-spasial
  2. verbal
  3. logika/ matematika
  4. kinestetik
  5. ritmik
  6. interpersonal
  7. intrapersonal
  8. natural
Kecerdasan Majemuk 
Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses atau gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah. Setiap manusia memiliki semua jenis kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri seseorang.
Kecerdasan visual merupakan salah satu jenis dari Kecerdasan Majemuk. Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan imaji mental dan menciptakan representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, mampu mencipta ulang dunia visual. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat mudah mengingat gambar, dan memiliki imajinasi yang kuat. Apabila ia membayangkan sesuatu, bayangan itu tergambar dengan jelas dalam pikirannya.
Lalu apa bedanya dengan cara belajar atau modalitas belajar secara visual???
Banyak ahli yang menggunakan istilah berbeda-beda dalam memahami cara atau gaya belajar ini. Tetapi secara umum, menurut Bobby DePotter terdapat dua benang merah yang disepakati tentang gaya belajar ini. Pertama adalah cara seseorang menyerap informasi dengan mudah, yang disebut sebagai modalitas, dan kedua adalah cara orang mengolah dan mengatur informasi tersebut. Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Salah satunya adalah gaya belajar visual. Gaya belajar visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar visual di antaranya adalah:
  1. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.
  2. Suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa ada artinya saat di dalam kelas
  3. Pembaca cepat dan tekun
  4. Lebih suka membaca daripada dibacakan
  5. Rapi dan teratur
  6. Mementingkan penampilan, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan
  7. Teliti terhadap detail
  8. Pengeja yang baik
  9. Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis
Jadi kecerdasan visual berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memproses dan mengolah informasi, sedangkan gaya belajar visual berhubungan dengan cara seseorang  menyerap dan mengatur informasi melalui indera kita.
Semoga catatan ini bermanfaat.. :)

November 29, 2010

File Sytem (Sistem Berkas)


Asw, teman...n_n
Apakabar? Semoga dalam keadaan sehat. Aamiin. Hari ini kita akan belajar tentang sistem berkas dan mempartisi hardisk menggunakan virtual box. Supaya lebih paham, kita belajar tentang File System dulu ya.. ;)
Setelah itu kita akan mencoba membuat partisi sebuah hardisk pada OS Ubuntu menggunakan virtual box.
File system adalah suatu metode untuk mengorganisasi berkas-berkas pada device.
Konsep File System:
  1. File adalah kumpulan informasi yang berhubungan dan tersimpan dalam secondary storage.
  2. Tipe: Data (character, numeric, binary) dan Program
Atribut File:

  1. Nama
  2. Tipe
  3. Lokasi
  4. Ukuran
  5. Waktu pembuatan dan identitas pembuat
  6. Proteksi
  7. Informasi lain tentang file
Operasi pada File:
  1. Membuat
  2. Menulis
  3. Membaca
  4. Menghapus
  5. Mencari
  6. Membuka
  7. Menutup
  8. Menghapus dengan menyisakan atribut
Struktur File
  1. Sistem operasi membutuhkan struktur file tertentu untuk menjalankan/ mengakses suatu file.
  2. Semua sistem operasi diharuskan mampu mengenal sedikitnya satu jenis struktur file.
  3. Jika sistem operasi mengenal semakin banyak struktur file, maka semakin luas aplikasi yang dapat dijalankan namun ukuran sistem operasi semakin membengkak. Sebaliknya, jika semakin sedikit struktur file, maka sistem operasi hanya dapat menjalankan aplikasi dalam jumlah yang sedikit pula.
Konsep Direktori
  1. Operasi pada Direktori
  2. Struktur Direktori
  • Single-Level Directory
  • Two-Level Directory
  • Tree-Structured Directory
  • Acyclic-Graph Directory
  • General-Graph Directory
Operasi pada direktori
  • Mencari file
  • Membuat file
  • Menghapus file
  • Melihat isi direktori
  • Ubah nama file
  • Traverse file system
  • Membuka direktori
  • Menutup direktori
  • Link & Unlink
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :
  1. Partisi Primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data.Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
  2. Partisi Extended merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani  pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
  3. Partisi Logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.
Kita bisa mensimulasikan partisi hardisk dengan menggunakan virtual box, misalnya untuk OS ubuntu. Virtualbox adalah suatu program yang dibuat oleh innotek (http://www.innotek.de) yang bekerja untuk mem-virtual-kan suatu kondisi tertentu (dalam hal ini adalah sistem operasi) di dalam suatu sistem operasi yang telah ada. Sebenarnya selain VirtualBox masih ada program lain yang berfungsi sama, sebut saja VMWare, Parralel, Qemu, dll.
Untuk mensimulasikan bagaimana cara mempartisi hardisk kita harus menginstal virtual box dan mem-browse OS yang akan dijadikan tempat simulasinya, kita pakai yang ubuntu. Untuk cara install-nya teman-teman sudah pada tahu kan?? Kalau belum pada silahkan kunjungi: http://www.rozy.web.id/ubuntu/install-virtualbox-di-ubuntu/
Setelah virtual box berhasil diinstal maka seolah-olah kita mempunyai OS baru. Kita bisa mengaturnya sesuai keinginan kita. Sekarang kita akan membuat partisi untuk hardisk virtual box kita. Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. applications > terminal
  2. lalu ketikkan sudo fdisk -l
  3. sudo fdisk /dev/sda
  4. n new untuk
  5. p (primary) untuk memilih partisi baru
  6. lalu ketikkan 1 untuk nama partisi misal sda1
  7. untuk first cylinder defaultnya 1
  8. last cylinder untuk menentukan size terakhir.
  9. Ketikkan +2G untuk kapasitas memori
  10. W (writing) untuk menulis
  11. Sudo fdisk /dev/ext3/sda1 untuk ekstensi hardisknya.
  12. sekarang partisi hardisknya sudah jadi deh...heheheu.. :)
Bagaimana? mudahkan caranya? kalau masih ada yang bingung silahkan ditanyakan saja.. :) Semoga bermanfaat.

November 28, 2010

Organisasi Pendidikan

  1. Pendahuluan
Keberadaan manusia di dunia tidak luput dari keanggotaan suatu organisasi. Organisasi merupakan wadah dimana orang berinteraksi  untuk mencapai suatu tujuan bersama dengan lebih efektif dan efisien.
Pendidikan sebagai infestasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan upaya yang dilakukan dalam konteks organisasi, apakah keluarga, masyarakat, sekolah, atau jenis organisasi lainnya. Pendidikan memiliki tujuan yang harus dicapai yang disebut dengan tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan ini akan lebih efektif dan efisien jika dilakukan dengan menggunakan pendekatan organisasi. Dalam perkembangan zaman saat ini, dimana para orang tua disibukkan dengan berbagai pekerjaan, proses pendidikan bagi anak-anak lebih banyak dipercayakan pada organisasi pendidikan formal (sekolah atau madrasah).
Sekolah dapat dilihat dari dua sisi, yaitu tempat terjadinya proses pendidikan dan organisasi pendidikan formal yang memiliki tujuan sama, yaitu tujuan pendidikan sekolah. Penyelenggaraan pendidikan dalam sebuah organisasi menunjukkan bahwa keberadaan organisasi pendidikan ini ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan lebih efektif dan efisien. Pendidikan ditujukan bagi orang-orang yang mengikuti proses pendidikan. Keberlangsungan proses pendidikan ini menjadi dasar bagi penetapan tujuan sekolah sebagai sebuah organisasi. Di Indonesia, lembaga pendidikan diatur oleh undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  1. Konsep Dasar
    1. Pengertian Organisasi
- Gibson, Ivancevich dan Donelly (1966:6), mendefinisikan Organisasi sebagai “wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dicapai oleh masyarakat secara individu”
-   Stephen P. Robbins (1994:4), mendefinisikan Organisasi sebagai “kesatuan social yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama”
-  Oteng Sutisna (1993:205), organisasi adalah mekanisme yang mempersatukan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan.
  1. Aspek-aspek Organisasi
Aspek-aspek organisasi adalah komponen-komponen yang harus ada dalam suatu organisasi. O’Connor, T.  (http//www.apsu.edu/occonnort/4000/4000lect1.html) mengungkapkan bahwa organisasi setidaknya memiliki empat komponen utama, yaitu mission(misi), goals (tujuan), objectives (sasaran) dan behavior (perilaku). Mission adalah alasan utama keberadaan suatu organisasi. Goals adalah tujuan umum atau tujuan divisi-divisi fungsional organisasi yang dihubungkan dengan stake holder organisasi. Objectives adalah sasaran/ hasil yang spesifik, terukur dan terkait dengan tujuan. Sedangkan behaviors mengacu pada produktivitas dari tugas-tugas rutin pegawai.
  1. Jenis-jenis Organisasi
-          Formal
Organisasi formal adalah organisasi yang dicirikan oleh struktur organisasi yang menjadi pembeda utama antara organisasi formal dan informal. Struktur organisasi formal memperlihatkan unsur-unsur administrasi berikut:
  • Kedudukan
  • Hierarki kekuasaan
  • Kedudukan garis dan staff
-          Informal
Keberadaan organisasi informal dapat dilihat dari 3 karakteristik, yaitu norma perilaku, tekanan untuk adaptasi, dan kepemimpinan informal (Sutisna, 1993:221). Norma perilaku adalah standar perilaku yang diharapkan menjadi perilaku bersama yang ditetapkan oleh kelompok, tidak tertulis tapi disepakati bersama di antara orang-orang dalam organisasi tersebut. Tekanan untuk menyesuaikan diri akan muncul apabila seseorang akan bergabung, tidak hanya secara fisik tetapi melibatkan sosio-emosional individu-individunya dan lebih spesifik pada kesamaan antar individu. Kepemimpinan adalah komponen yang kuat mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi, dimana seseorang dipatuhi bukan karena memiliki jabatan, tetapi ada kelebihan yang secara alamiah dan mampu mempengaruhi orang lain tanpa paksaan.
  1. Dimensi Struktur Organisasi
Menurut Robbins, ada 3 komponen yang menjadi struktur organisasi, yaitu:
-          Kompleksitas
Kompleksitas adalah tingkat diferensiasi yang ada dalam sebuah organisasi. Diferensiasi bisa dilihat secara vertical, horizontal dan spasial. Diferensiasi vertical adalah pembedaan yang didasarkan pada kedalaman struktur. Semakin rumit hierarkinya, makan akan semakin sulit dikoordinasikan. Diferensiasi horizontal adalah perbedaan antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang dilaksanakan, tingkat pendidikan dan pelatihan pegawai. Sedangkan diferensiasi spasial adalah pembedaan yang didasarkan pada kondidsi geografis.
-          Formalisasi
Formalisasi adalah tingkat sejauh mana pekerjaan di dalam organisasi distandarkan. Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman. Standarisasi mendorong koordinasi dan penghematan.
Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk melakukan standarisasi perilaku pegawai adalah seleksi, persyaratan peran(analisis), peraturan, prosedur, kebijaksanaan, pelatihan dan ritual.
-          Sentralisasi
Sentralisasi adalah tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal organisasi.
  1. Desain Organisasi
Desain organisasi didasarkan pada elemen-elemen umum dalam organisasi. Mintzberg (Robbins, 1994:304) menyebutkan lima elemen umum dalam suatu organisasi, yaitu:
-          The operating core. Para pekerja yang melakukan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa.
-          The strategic apex. Manajer tingkat puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi.
-          The middle line. Para manajer yang menjadi penghubung operating core dengan strategic apex.
-          The techno structure. Para analisis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi.
-          The support staff. Orang-orang yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.
Robbins menganalisis desain organisasi yang berbeda, dikarenakan organisasi memiliki system dan aturan yang berbeda. Lima konfigurasi umum yang dimaksud adalah struktur sederhana, birokrasi mesin, birokrasi professional, struktur divisional, dan adhocracy.
Struktur sederhana disarankan untuk organisasi yang kecil dengan karakteristik organisasi yang baru dibentuk, lingkungan organisasi sederhana dan dinamis, menghadapi krisis, atau jika yang mempunyai kekuasaan ingin kekuasaanya didesentralisasi.
Birokrasi mesin didesain untuk organisasi yang secara efektif dapat menangani ukuran yang besar, lingkungan yang sederhana dan stabil, dan sebuah teknologi yang terdiri atas pekerjaan yang rutin distandarisasi .
Birokrasi professional yang didesain untuk pekerjaan yang rutin, hanya saja para anggota birokrasi professional adalah para spesialis teknis yang menghadapi sebuah lingkungan yang kompleks agar berjalan efektif.
Struktur divisional untuk menanggapi strategi yang menekankan keanekaragaman pasar atau produk, dimana organisasi tersebut besar, teknologinya dapat dibagi-bagi, dan lingkungannya cenderung untuk menjadi sederhana dan stabil.
Adhocracy meminta agar manajemen puncak melepaskan kebanyakan pengawasan. Konfigurasi ini cocok untuk organisasi yang memiliki strategi variatif, beresiko tinggi, teknologi tidak rutin, lingkungannya dinamis atau kompleks.
  1. Sekolah sebagai Organisasi Sosial
Sekolah sebagai organisasi social memandang organisasi dalam konteks system social yang memiliki tujuan tertentu. Organisasi social adalah organisasi yang dicirikan oleh ketergantungan antar bagian, kejelasan anggota, perbedaan dengan lingkungannya, hubungan social yang kompleks, dan budaya organisasi yang khas.
  1. Elemen Kunci
Setiap organisasi akan memiliki aktivitas untuk mencapai tujuannya. Pencapaian tujuan organisasi akan meminta sejumlah aktivitas individu atau kolektif yag harus dikoordinasikan supaya terarah pada pencapaian tujuan. Disinilah interaksi social berlangsung yang tidak hanya dipengaruhi struktur dan anggotanya, tetapi juga oleh budaya, politik, teknik produksi, dan lingkungannya.
Hoy dan Miskel (2001:31), menggambarkan elemen-elemen dalam organisasi sebagi berikut:
Struktur dalam konteks sekolah meliputi peran dan harapan birokrasi, posisi dan hierarki, aturan dan regulasi, serta spesialisasi.
Individu dalam interaksi organisasi yang diatur oleh struktur organisasi memiliki kebutuhan keyakinan, dan pemahaman tersendiri terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Dua hal utama dala individu adalah kognisi dan motivasi. Kognisi terdiri dari kebutuhan, tujuan, keyakinan dan pemahaman. Motivasi merupakan alasan/ motif seseorang bekerja.
Culture (budaya) mereprentasi sesuatu yang tidak tertulis dalam oraganisasi, meliputi nilai dan norma, kebiasaan, keyakinan, cara berpikir, dan artifact (sesuatu yang bersifat fisik). Menurut W. Z. Ouchi (1981), T. E. Deal dan A. A. Kennedy (1982), T. J. Petters dan R. H. Waterman (1982), Kreiner dan Kinicki (2005:90), bahwa kebudayaan memiliki dampak yang besar terhadap perilaku individu dalamorganisasi.
Politics merupakan kekuatan hubungan informal yang memunculkan penyeimbang bagi kekuatan organisai formal. Politik merupakan hal yang bersifat informal, tidak terlihat, dan tidak memiliki legitimasi formal.
Environment adalah segala sesuatu yang berada di luar organisasi. Sebagai system social, organisasi memiliki batas organisasi yang mungkin bias.
Outcomes adalah hasil yang dicapai dari proses transformasi berbagai komponen input. Proses transformasi meliputi interaksi empat komponen, yaitu system struktur, budaya, politik, dan individu.
Internal feedback loops adalah umpan balik internal yang muncul dari berbagai komponen organisasi social (struktur, budaya, politik dan individu).
Eksternal feedback loop umpan balik eksternal yang muncul dari interaksi lingkungan internal sekolah dengan lingkungan eksternalnya.
  1. Sekolah sebagai Organisasi Pembelajar
Sekolah dipandang sebagai organisme yang hidup dan berkembang sebagaimana makhluk hidup. Fasilitasi organisasi supaya kemampuan SDM dapat belajar terus inilah yang berkembang saat ini dan dikenal dengan “learning organization” (LO). LO diperkenalkan oleh Peter Senge sekitar 1990 dan menghasilkan berbagai aplikasi dalam berbagai bidang, salah satunya manajemen.
Cara yang harus dipikirkan oleh kepala sekolah dan personilnya untuk menjadikan sekolahnya tempat LO adalah:
  1. Menemukan berbagai cara untuk membuat struktur organisasi sekolah yang secara terus menerus mendukung layanan pembelajaran dan memperluas kemampuan adaptasi sekolah.
  2. Mengembangkan iklim dan budaya organisasi yag memiliki karakteristik terbuka, kerjasama, dan mampu mengatur diri sendiri.
  3. Mengidentifikasi individu yang progresif, sukses, dan terbuka untuk perubahan.
  4. Mencegah kekerasan, penyelewengan dan politik yang tidak benar dalam layanan pembelajaran.
  5. Memimpin dengan model kepemimpinan transformasional.
  6. Komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan.
  7. Membuat keputusan partisipasif.
  8. Mengembangkan kapasitas sekolah untuk merespon berbagai masalah secara efektif dan menyeluruh.

Kernel

1.    Apa yang dimaksud dengan kernel?
Kernel adalah  interface/jembatan  antara user-level program dengan hardware. perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi.
Kernel merupakan inti dari sistem operasi dan bagian yang pertama kali diload ke memori ketika sistem mulai dan tetap berjalan sampai sistem berhenti. Servisnya diperlukan oleh bagian dari sistem operasi lainnya dan program aplikasi.
2.   Fungsi kernel
a.    melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
b.    mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut(multiplexing) karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan.
c.    mengimplementasikan sekumpulan abstraksi. Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
3.   System Call
System call adalah tata cara pemanggilan di program aplikasi untuk memperoleh layanan yang disediakan oleh sistem operasi. System call berupa rutin sistem operasi untuk keperluan tertentu yang spesifik. Bentuk system call beragam, terbanyak berupa rutin prosedur atau fungsi.
4.   Perbedaan dan cara kerja/ konsep antara desain micro kernel dan hybrid kernel?
a.  Mikro kernel
Pada awalnya, konsep mikro kernel dikembangkan pada sistem operasi Mach. Ide dasar dari pengembangan kernel mikro adalah bahwa hanya fitur-fitur yang perlu saja yang diimplementasikan dalam kernel (mengenai fitur-fitur apa saja yang perlu diimplementasikan, ini bisa berbeda tergantung desain sistem operasi).
Komponen-komponen sistem operasi yang berada di luar kernel mikro diimplementasikan sebagai server process dan berkomunikasi dengan message passing via kernel mikro. Misalnya jika user ingin membuat berkas baru, dia mengirim pesan ke file system server, atau jika ingin membuat proses baru, dia mengirimkan pesan ke process server.
Kelebihan dari mikro kernel:
·        Interface yang seragam. Proses tidak lagi dibedakan, baik antara kernel-level maupun user-level, karena semuanya berkomunikasi via message passing.
·        Extensibility . Bisa menambahkan fitur-fitur baru tanpa perlu melakukan kompilasi ulang.
·        Flexibility . Fitur-fitur yang sudah ada bisa dikurangi, atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan sehingga menjadi lebih efisien. Misalnya tidak semua pengguna membutuhkan security yang sangat ketat, atau kemampuan untuk melakukan distributed computing.
·        Portability . Pada kernel mikro, semua atau sebagian besar kode yang prosesor-spesifik berada di dalamnya. Jadi, proses porting ke prosesor lain bisa dilakukan dengan relatif sedikit usaha. Pada kelompok desktop misalnya, tampaknya dominasi Intel makin kuat. Tapi, sampai seberapa lama itu bisa bertahan? Karena itulah, portability adalah salah satu isu yang sangat penting.
·        Reliability . Semakin besar suatu software, maka tentulah semakin sulit untuk menjamin reliability-nya. Desain dengan pendekatan berlapis sangatlah membantu, dan dengan pendekatan kernel mikro bisa lebih lagi. Kernel mikro dapat dites secara ekstensif .Karena dia menggunakan API yang sedikit, maka bisa meningkatkan kualitas code di luar kernel.
·        Support for object-oriendted OS . Model kernel mikro sangat sesuai untuk mengembangkan sistem operasi yang berbasis object-oriented. Contoh sistem operasi yang menggunakan kernel mikro adalah MacOS X dan QNX.
b.  Hybrid Kernel
Kernel hibrida merupakan arsitektur kernel yang menggabungkan aspek-aspek yang terdapat pada mikrokernel dan kernel monolitik.
Gagasan di belakang kernel hibrida adalah membuat suatu struktur kernel yang serupa seperti mikrokernel, namun diimplementasikan sebagai kernel monolitik. Berbeda dengan mikrokernel, semua (atau setidaknya hampir semua) layanan sistem terdapat pada ruang kernel dan bukan pada ruang pengguna. Seperti halnya pada kernel monolitik, tidak ada beban penurunan unjuk kerja seperti pada mikrokernel atas mekanisme penyampaian pesan, dan mekanisme proses lainnya, juga memiliki pemahaman yang sama seperti kernel monolitik, tidak ada keuntungan apapun atas penyediaan layanan pada ruang pengguna.
Kenapa Linux bisa dibuat Live CD? Karena kernel pada linux bertipe monolitik. Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat, dan karena semua modul berjalan di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien—meskipun sangat sulit dalam pembuatannya. Linux Live CD hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk. Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.
Apakah sistem operasi selain linux dapat dibuat untuk live cd/usb ? Ada, antara lain Mac OSx dari unix dan XP dari windows. Namun sekitar tahun 2008, Mac OSx belum bisa dibuat live CD.
Dulu OS Live CD diawali oleh Linux karya Libus Torvald, kemudian beberapa waktu sesudah itu Windows muncul dengan XPnya yang ikut dengan Live CDnya. Maksudnya live CD ialah OS yang dapat diinstalkan pada komputer melalui boot dari suatu media, dalam hal ini CD. Dulu jamannya Flopy Disk (Disket), kemudian CD/DVD, sekarang yang lebih merakyat yaitu flash disk. Dengan perkembangan itu Linux juga selalu mengembangkan perangkatnya, sekarang sudah ada distro linux yang bisa langsung dijalankan melalui USB Flash Disk. MCNLive turunan dari Mandriva, kurang lebih sekitar 512 mb. OS ini sudah memakai standar GUI jadi sangat mudah dalam mengoperasikannya. Anda dapat menngunduhnya melalui ftp://ftp.nluug.nl/pub/os/Linux/distr/mandrakeclubnl/mcnlive/VirtualCity/MCNLive-VirtualCity.iso 
Mungkin dalam benak anda akan terfikir, apakah OS lain tidak bisa kita intal melalui media USB. Jawabnya bisa, anda dapat melakukan instalasi tersebut tapi dengan beberapa cara dan tambaha software.
Teknologi LiveCD merupakan gagasan paling brilian dari sebuah sistem operasi, yang dalam hal ini, Linux sebagai pelopor teknologi tersebut. Dengan teknologi LiveCD, user dibuat mudah dengan interface instalasi desktop yang mudah dipahami. Dan secara khusus, distribusi Linux yang sangat akrab dengan teknologi LiveCD Install adalah distribusi Ubuntu Linux. Paket instalasi dalam sekeping CD: praktis, simpel, 100 % fungsional dan tentu saja efisien.

November 26, 2010

Tugas-tugas Perkembangan Remaja

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mencari jati dirinya yang dapat menjawab siapa dirinya, bagaimana orang lain menilai dirinya dan bagaimana hubungannya dengan orang di sekelilingnya. Mereka akan diombang-ambing perasaan antara masih anak-anak, tetapi mereka merasa sudah dewasa. Mereka akan mencari keseimbangan dengan memainkan beberapa peran yang dianggapnya baik. Pada umumnya kesadaran identitas anak akan berkembang dari penilaian oleh kelompoknya, orang tuanya, dan oleh dirinya sendiri (Erickson).
Dalam perkembangan moralnya, mereka mulai mengenal nilai-nilai rohani, seperti nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, keindahan dan ketuhanan. Havighurst (Kimmel, 1995: 15) menawarkan suatu konsep tugas perkembangan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap atau fungsi yang diharapkan dapat dicapai oleh individu pada setiap tahap perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan ini harus dicapai sebelum seorang individu melangkah ke tahapan perkembangan selanjutnya. Apabila seorang individu gagal dalam memenuhi tugas perkembangannya, maka ia akan sulit untuk memenuhi tugas perkembangan fase selanjutnya. Atau, apabila ia gagal melaksanakan tugas perkembangannya pada waktu yang tepat, maka ia akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya di waktu yang lain, atau melaksanakan tugas perkembangan pada tahapan yang lebih lanjut.
Tugas-tugas perkembangan seorang remaja menurut Havighurst adalah sebagai berikut :
  1.  Mencapai suatu hubungan yang baru dan lebih matang antara lawan jenis yan seusia.
  2. Dapat menjalankan peran sosial maskulin dan feminin.
  3. Menerima keadaan fisik dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.
  4. Mengharapakan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.
  5. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya.
  6. Mempersiapkan karir ekonomi.
  7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.
  8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan utnuk berperilkau dan mengembangkan ideologi.
Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel, 1995: 16). Tahap yang pertama adalah remaja awal, di mana tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai remaja adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada usia tersebut mengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, panjang organ-organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan sebagainya.
Tahapan yang kedua adalah remaja madya, di mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas.
Tahapan yang ketiga adalah remaja akhir, di mana tugas perkembangan utama bagi individu adalah mencapai kemandirian seperti yang dicapai pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri untuk benar-benar terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung jawab, mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.

Pada remaja sering terjadi hal-hal berikut ini:
  • Kegelisahan: keadaan yang tidak tenang menguasai diri sendiri. Mereka punya banyak keinginan yang tidak selalu dapat dipenuhi. Di satu pihak ingin mencari pengalaman, namun merasa dirinya belum mampu melakukan berbagai hal.
  • Pertentangan: pertentangan-pertentangan yang terjadi menimbulkan kebingungan bagi dirinya maupun orang lain.
  • Berkeinginan besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahuinya. Seperti merokok, bersolek, dsb.
  • Keinginan menjelajah ke alam sekitar yang lebih luas.
  • Menghayal dan berfantasi dan aktivitas berkelompok.
Demikianlah, penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan remaja sebagai satu bagian dalam memahami remaja sebagai suatu masa transisi. Diharapkan, pada saat ini kita telah sampai pada pemahaman bahwa sesungguhnya masa remaja adalah masa transisi yang menjembatani masa kanak-kanak yang tidak matang ke masa dewasa yang matang. Macam transisi yang berbeda akan membawa pengaruh yang berbeda pula bagi individu yang mengalaminya. Demikian pula dengan bagaimana cara kita melihat transisi tersebut akan mempengaruhi bagaimana kita dapat memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh remaja. Selanjutnya, kita akan melihat perubahan dan perkembangan apa yang dialami oleh individu selama masa remajanya.
Apabila mengalami kegagalan pada masa ini, jika tanpa kompensasi dalam berbagai bidang (seperti olahraga, kesenian, bela diri atau berorganisasi), akan timbul pelarian atau agresi dengan kekerasan (ganja, merokok, judi, mencuri, menodong, ngebut di jalanan, bahkan memperkosa). Kegagalan inilah yang dialami oleh karyo. Kurangnya perhatian dari orang di sekelilingnya yang mengarahkan pelarian Karyo pada hal yang negative. Sebaliknya, Zaenab mampu menyalurkan pelariannya dengan mesgisi waktu luangnya pada hal-hal yang positif yang mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Dengan memahami tugas-tugas perkembangan remaja, maka kita sebagai seorang pendidik atau seorang dewasa yang terlibat dalam penanganan masalah remaja dapat memotivasi remaja dan menolong remaja memenuhi tugas-tugas perkembangannya. Walaupun demikian, janganlah kita sebagai pendidik menempatkan posisi tugas perkembangan ini sebagai suatu paksaan kepada remaja. Segalanya kembali kepada individu tersebut, pada apakah ia telah menyelesaikan tugas-tugas perkembangan tahap sebelumnya dengan baik, dan pada hambatan-hambatan yang dialaminya saat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya yang sekarang.

November 24, 2010

Proses

Sistem operasi mengeksekusi berbagai jenis program. Pada sistem batch program tersebut biasanya disebut dengan job, sedangkan pada sistem time sharing, program disebut dengan program user atau task. Beberapa buku teks menggunakan istilah job atau proses.
Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Eksekusi proses dilakukan secara  berurutan. Dalam suatu proses terdapat program counter, stack dan daerah data. Pada saat proses dieksekusi, akan terjadi perubahan status. Status proses terdiri dari :
  1. New: proses sedang dibuat.
  2. Running: proses sedang dieksekusi.
  3. Waiting: proses sedang menunggu beberapa event yang akan terjadi (seperti menunggu untuk menyelesaikan I/O atau menerima sinyal).
  4. Ready: proses menunggu jatah waktu dari CPU untuk diproses.
  5. Terminated: proses telah selesai dieksekusi.
proses

status proses
Process Control Block (PCB)

pcb
proses control block
  1. Status Proses. New, ready, running, waiting dan terminated.
  2. Program Counter. Menunjukkan alamat berikutnya yang akan dieksekusi oleh proses tersebut.
  3. CPU Registers. Register bervariasi tipe dan jumlahnya tergantung arsitektur komputer yang bersangkutan. Register-register tersebut terdiri-atas: accumulator,index register, stack pointer, dan register serbaguna dan beberapa informasi tentang kode kondisi.
  4. Selama Program Counter berjalan, status informasi harus disimpan pada saat terjadi interrupt.
  5. d. Informasi Penjadwalan CPU. Informasi tersebut berisi prioritas dari suatu proses, pointer ke antrian penjadwalan, dan beberapa parameter penjadwalan yang lainnya.
  6. Informasi Manajemen Memori. Informasi tersebut berisi nilai (basis) dan limit register, page table, atau segment table tergantung pada sistem memory yang digunakan oleh SO.
  7. Informasi Accounting. Informasi tersebut berisi jumlah CPU dan real time yang digunakan, time limits, account numbers, jumlah job atau proses, dll.
  8. Informasi Status I/O. Informasi tersebut berisi deretan I/O device (seperti tape driver) yang dialokasikan untuk proses tersebut, deretan file yang dibuka, dll.

Pembuatan Proses
Ada beberapa aktifitas berkenaan dengan pembuatan proses, antara lain :
  1. Memberi identitas (nama) pada proses yang dibuat;
  2. Menyisipkan proses pada list proses atau tabel proses;
  3. Menentukan prioritas awal proses;
  4. Membuat PCB;
  5. Mengalokasikan resource awal bagi proses tersebut.
Ada beberapa kejadian yang menyebabkan pembuatan suatu proses baru, antara lain:
  1. Pada lingkungan batch sebagai tambahan atas pemberian job. Setelah menciptakan
  2. proses baru, sistem operasi melanjutkan untuk membaca job selanjutnya.
  3. Pada ingkungan interaktif, pada saat user baru saja logam;
  4. Sebagai tanggapan atas suatu aplikasi (seperti: mencetak file, sistem operasi dapat
  5. menciptakan proses yang akan mengelola pencetakan itu);
  6. Proses menciptakan proses lain (child).
Selama eksekusi, suatu proses mungkin akan membuat suatu proses yang baru. Proses tersebut dinamakan parent, sedangkan proses yang dibuat dinamakan child. Proses pembuatan proses anak membentuk pohon proses.
Pembagian sumber daya :
  1. Parent dan child membagi semua sumber daya yang ada
  2. Child menggunakan sebagian dari sumber daya yang digunakan parent
  3. Parent dan child tidak membagi sumber daya
Bentuk eksekusi :
  1. Parent melanjutkan eksekusi beriringan dengan children.
  2. Parent menunggu hingga beberapa atau seluruh children selesai.
Bentuk ruang alamat :
  • Child adalah duplikat dari proses parent.
  • Child mempunyai program yang diambil dari dirinya.
Pada UNIX, parent akan membentuk child dengan menggunakan system call fork. Setelah pemanggilan fork, parent kembali berjalan secara pararel dengan child. Demikian pula, child dapat memanggil fork untuk membentuk child lainnya. System call exec digunakan setelah system call fork mengganti alamat memori proses dengan program baru. Lain halnya dengan DOS, pada MS-DOS, system call akan memanggil binary file tertentu yang ada pada memori dan mengeksekusinya sebagai child. Parent akan running kembali setelah child selesai eksekusi. Dengan demikian parent dan child tidak dapat berjalan secara pararel. Bentuk pohon proses pada UNIX dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

pohon
pohon proses UNIX