November 29, 2010

Two Voices One Song

It's so rare to find a friend like you
Somehow when you're around, the sky is always blue
The way we talk, the things you say
The way you make it all ok
And how you know, all of my jokes, but you laugh anyway!

Chorus:
If I could wish for one thing, I'd take the smile that you bring
wherever you go in this world I'll come along!
Together we dream the same dream.
Forever I'm here for you, you're here for me.
Oh ooh oh
Two Voices, One Song



Bridge:
And anywhere you are,
you know I'll be around.
And when you call my name,
I'll listen for the sound!

Chorus:
If I could wish for one thing, I'd take the smile that you bring.
Wherever you go in this world, I'll come along!
Together we dream the same dream.
Forever I'm here for you,
you're here for me.
Oh ooh oh.
Two voices, one song.
Oh ooh oh.
Two voices, one song…

File Sytem (Sistem Berkas)


Asw, teman...n_n
Apakabar? Semoga dalam keadaan sehat. Aamiin. Hari ini kita akan belajar tentang sistem berkas dan mempartisi hardisk menggunakan virtual box. Supaya lebih paham, kita belajar tentang File System dulu ya.. ;)
Setelah itu kita akan mencoba membuat partisi sebuah hardisk pada OS Ubuntu menggunakan virtual box.
File system adalah suatu metode untuk mengorganisasi berkas-berkas pada device.
Konsep File System:
  1. File adalah kumpulan informasi yang berhubungan dan tersimpan dalam secondary storage.
  2. Tipe: Data (character, numeric, binary) dan Program
Atribut File:

  1. Nama
  2. Tipe
  3. Lokasi
  4. Ukuran
  5. Waktu pembuatan dan identitas pembuat
  6. Proteksi
  7. Informasi lain tentang file
Operasi pada File:
  1. Membuat
  2. Menulis
  3. Membaca
  4. Menghapus
  5. Mencari
  6. Membuka
  7. Menutup
  8. Menghapus dengan menyisakan atribut
Struktur File
  1. Sistem operasi membutuhkan struktur file tertentu untuk menjalankan/ mengakses suatu file.
  2. Semua sistem operasi diharuskan mampu mengenal sedikitnya satu jenis struktur file.
  3. Jika sistem operasi mengenal semakin banyak struktur file, maka semakin luas aplikasi yang dapat dijalankan namun ukuran sistem operasi semakin membengkak. Sebaliknya, jika semakin sedikit struktur file, maka sistem operasi hanya dapat menjalankan aplikasi dalam jumlah yang sedikit pula.
Konsep Direktori
  1. Operasi pada Direktori
  2. Struktur Direktori
  • Single-Level Directory
  • Two-Level Directory
  • Tree-Structured Directory
  • Acyclic-Graph Directory
  • General-Graph Directory
Operasi pada direktori
  • Mencari file
  • Membuat file
  • Menghapus file
  • Melihat isi direktori
  • Ubah nama file
  • Traverse file system
  • Membuka direktori
  • Menutup direktori
  • Link & Unlink
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :
  1. Partisi Primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data.Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
  2. Partisi Extended merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani  pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
  3. Partisi Logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.
Kita bisa mensimulasikan partisi hardisk dengan menggunakan virtual box, misalnya untuk OS ubuntu. Virtualbox adalah suatu program yang dibuat oleh innotek (http://www.innotek.de) yang bekerja untuk mem-virtual-kan suatu kondisi tertentu (dalam hal ini adalah sistem operasi) di dalam suatu sistem operasi yang telah ada. Sebenarnya selain VirtualBox masih ada program lain yang berfungsi sama, sebut saja VMWare, Parralel, Qemu, dll.
Untuk mensimulasikan bagaimana cara mempartisi hardisk kita harus menginstal virtual box dan mem-browse OS yang akan dijadikan tempat simulasinya, kita pakai yang ubuntu. Untuk cara install-nya teman-teman sudah pada tahu kan?? Kalau belum pada silahkan kunjungi: http://www.rozy.web.id/ubuntu/install-virtualbox-di-ubuntu/
Setelah virtual box berhasil diinstal maka seolah-olah kita mempunyai OS baru. Kita bisa mengaturnya sesuai keinginan kita. Sekarang kita akan membuat partisi untuk hardisk virtual box kita. Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. applications > terminal
  2. lalu ketikkan sudo fdisk -l
  3. sudo fdisk /dev/sda
  4. n new untuk
  5. p (primary) untuk memilih partisi baru
  6. lalu ketikkan 1 untuk nama partisi misal sda1
  7. untuk first cylinder defaultnya 1
  8. last cylinder untuk menentukan size terakhir.
  9. Ketikkan +2G untuk kapasitas memori
  10. W (writing) untuk menulis
  11. Sudo fdisk /dev/ext3/sda1 untuk ekstensi hardisknya.
  12. sekarang partisi hardisknya sudah jadi deh...heheheu.. :)
Bagaimana? mudahkan caranya? kalau masih ada yang bingung silahkan ditanyakan saja.. :) Semoga bermanfaat.

November 28, 2010

Ulang Tahun 2X dalam 1 tahun...??

setelah baca judulnya pasti temen-temen mengernyitkan kening. Koq bisa ya ulang tahun 2x dalam setahun???
Kan setiap manusia terlahir cuma sekali ke dunia, gak mungkin orang tersebut punya dua tanggal lahir yang berbeda. Bener gak?
Hmm..
Ada yang tw gak jawabannnya??
Sebenarnya gak terlalu susah jawabannya,, tapi menggelikan..(hhihihihihihihi... :))
Ini kisah nyataku. Sebenarnya aku ulang tahun tanggal 22 Januari, tapi entah mengapa di salah satu situs jejaring sosial ulang tahunku tercatat sebanyak 2x pada tahun ini (2010). Selain tanggal 22 Januari, 5 Februari juga diberitahukan bahwa aku ulang tahun. Hah....koq bisa?????

Sontak beberapa hari sebelum tanggal 5 februari temen-temen pada nanya, Ria ulang tahun lagi ya? Aku  juga kaget ketika temen-temen menanyakan hal itu. "masa, mungkin itu Ria Anggraeni yang lain kali", jawabku dengan santai. Tapi ternyata emang bener, tanggal 5 Februari banyak temen-temen yang memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa.  Sekaligus mereka bertanya, "koq Ria ultah lagi, perasaaan kemari udah?? sekarang umurnya nambah dunk jadi 21??". Aku jawab saja begini, "mungkin karena kalian belum ngasih kado sih k ia,, jadi wae 2x ultahnya...hihihihih". Memang, Ria yang dimaksud disitu adalah aku. Sebagai anak yang sedang berguru kesaktian ilmu komputer, aku berpikir itu salah satu bugs dari situs jejaring sosial tersebut. Dan merupakan berkah yang luar biasa bagiku karena mendapatkan banyak doa dari teman-teman.

Setelah aku ingat-ingat, mungkin hal tersebut terjadi karena aku baru saja mengganti nama di akunku. Yang tadinya "Ria Anggraeni binti Sahirin" menjadi "Ria Anggraeni" saja.
Hmm..
Benar-benar hal yang menggelikan bagiku. Begitulah kawan ceritanya. Agak garing juga sih. Tapi gak papalah, buat latihan nulis cukup efektif koq.. ;)

Organisasi Pendidikan

  1. Pendahuluan
Keberadaan manusia di dunia tidak luput dari keanggotaan suatu organisasi. Organisasi merupakan wadah dimana orang berinteraksi  untuk mencapai suatu tujuan bersama dengan lebih efektif dan efisien.
Pendidikan sebagai infestasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan upaya yang dilakukan dalam konteks organisasi, apakah keluarga, masyarakat, sekolah, atau jenis organisasi lainnya. Pendidikan memiliki tujuan yang harus dicapai yang disebut dengan tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan ini akan lebih efektif dan efisien jika dilakukan dengan menggunakan pendekatan organisasi. Dalam perkembangan zaman saat ini, dimana para orang tua disibukkan dengan berbagai pekerjaan, proses pendidikan bagi anak-anak lebih banyak dipercayakan pada organisasi pendidikan formal (sekolah atau madrasah).
Sekolah dapat dilihat dari dua sisi, yaitu tempat terjadinya proses pendidikan dan organisasi pendidikan formal yang memiliki tujuan sama, yaitu tujuan pendidikan sekolah. Penyelenggaraan pendidikan dalam sebuah organisasi menunjukkan bahwa keberadaan organisasi pendidikan ini ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan lebih efektif dan efisien. Pendidikan ditujukan bagi orang-orang yang mengikuti proses pendidikan. Keberlangsungan proses pendidikan ini menjadi dasar bagi penetapan tujuan sekolah sebagai sebuah organisasi. Di Indonesia, lembaga pendidikan diatur oleh undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  1. Konsep Dasar
    1. Pengertian Organisasi
- Gibson, Ivancevich dan Donelly (1966:6), mendefinisikan Organisasi sebagai “wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dicapai oleh masyarakat secara individu”
-   Stephen P. Robbins (1994:4), mendefinisikan Organisasi sebagai “kesatuan social yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama”
-  Oteng Sutisna (1993:205), organisasi adalah mekanisme yang mempersatukan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan.
  1. Aspek-aspek Organisasi
Aspek-aspek organisasi adalah komponen-komponen yang harus ada dalam suatu organisasi. O’Connor, T.  (http//www.apsu.edu/occonnort/4000/4000lect1.html) mengungkapkan bahwa organisasi setidaknya memiliki empat komponen utama, yaitu mission(misi), goals (tujuan), objectives (sasaran) dan behavior (perilaku). Mission adalah alasan utama keberadaan suatu organisasi. Goals adalah tujuan umum atau tujuan divisi-divisi fungsional organisasi yang dihubungkan dengan stake holder organisasi. Objectives adalah sasaran/ hasil yang spesifik, terukur dan terkait dengan tujuan. Sedangkan behaviors mengacu pada produktivitas dari tugas-tugas rutin pegawai.
  1. Jenis-jenis Organisasi
-          Formal
Organisasi formal adalah organisasi yang dicirikan oleh struktur organisasi yang menjadi pembeda utama antara organisasi formal dan informal. Struktur organisasi formal memperlihatkan unsur-unsur administrasi berikut:
  • Kedudukan
  • Hierarki kekuasaan
  • Kedudukan garis dan staff
-          Informal
Keberadaan organisasi informal dapat dilihat dari 3 karakteristik, yaitu norma perilaku, tekanan untuk adaptasi, dan kepemimpinan informal (Sutisna, 1993:221). Norma perilaku adalah standar perilaku yang diharapkan menjadi perilaku bersama yang ditetapkan oleh kelompok, tidak tertulis tapi disepakati bersama di antara orang-orang dalam organisasi tersebut. Tekanan untuk menyesuaikan diri akan muncul apabila seseorang akan bergabung, tidak hanya secara fisik tetapi melibatkan sosio-emosional individu-individunya dan lebih spesifik pada kesamaan antar individu. Kepemimpinan adalah komponen yang kuat mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi, dimana seseorang dipatuhi bukan karena memiliki jabatan, tetapi ada kelebihan yang secara alamiah dan mampu mempengaruhi orang lain tanpa paksaan.
  1. Dimensi Struktur Organisasi
Menurut Robbins, ada 3 komponen yang menjadi struktur organisasi, yaitu:
-          Kompleksitas
Kompleksitas adalah tingkat diferensiasi yang ada dalam sebuah organisasi. Diferensiasi bisa dilihat secara vertical, horizontal dan spasial. Diferensiasi vertical adalah pembedaan yang didasarkan pada kedalaman struktur. Semakin rumit hierarkinya, makan akan semakin sulit dikoordinasikan. Diferensiasi horizontal adalah perbedaan antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang dilaksanakan, tingkat pendidikan dan pelatihan pegawai. Sedangkan diferensiasi spasial adalah pembedaan yang didasarkan pada kondidsi geografis.
-          Formalisasi
Formalisasi adalah tingkat sejauh mana pekerjaan di dalam organisasi distandarkan. Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman. Standarisasi mendorong koordinasi dan penghematan.
Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk melakukan standarisasi perilaku pegawai adalah seleksi, persyaratan peran(analisis), peraturan, prosedur, kebijaksanaan, pelatihan dan ritual.
-          Sentralisasi
Sentralisasi adalah tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal organisasi.
  1. Desain Organisasi
Desain organisasi didasarkan pada elemen-elemen umum dalam organisasi. Mintzberg (Robbins, 1994:304) menyebutkan lima elemen umum dalam suatu organisasi, yaitu:
-          The operating core. Para pekerja yang melakukan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa.
-          The strategic apex. Manajer tingkat puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi.
-          The middle line. Para manajer yang menjadi penghubung operating core dengan strategic apex.
-          The techno structure. Para analisis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi.
-          The support staff. Orang-orang yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.
Robbins menganalisis desain organisasi yang berbeda, dikarenakan organisasi memiliki system dan aturan yang berbeda. Lima konfigurasi umum yang dimaksud adalah struktur sederhana, birokrasi mesin, birokrasi professional, struktur divisional, dan adhocracy.
Struktur sederhana disarankan untuk organisasi yang kecil dengan karakteristik organisasi yang baru dibentuk, lingkungan organisasi sederhana dan dinamis, menghadapi krisis, atau jika yang mempunyai kekuasaan ingin kekuasaanya didesentralisasi.
Birokrasi mesin didesain untuk organisasi yang secara efektif dapat menangani ukuran yang besar, lingkungan yang sederhana dan stabil, dan sebuah teknologi yang terdiri atas pekerjaan yang rutin distandarisasi .
Birokrasi professional yang didesain untuk pekerjaan yang rutin, hanya saja para anggota birokrasi professional adalah para spesialis teknis yang menghadapi sebuah lingkungan yang kompleks agar berjalan efektif.
Struktur divisional untuk menanggapi strategi yang menekankan keanekaragaman pasar atau produk, dimana organisasi tersebut besar, teknologinya dapat dibagi-bagi, dan lingkungannya cenderung untuk menjadi sederhana dan stabil.
Adhocracy meminta agar manajemen puncak melepaskan kebanyakan pengawasan. Konfigurasi ini cocok untuk organisasi yang memiliki strategi variatif, beresiko tinggi, teknologi tidak rutin, lingkungannya dinamis atau kompleks.
  1. Sekolah sebagai Organisasi Sosial
Sekolah sebagai organisasi social memandang organisasi dalam konteks system social yang memiliki tujuan tertentu. Organisasi social adalah organisasi yang dicirikan oleh ketergantungan antar bagian, kejelasan anggota, perbedaan dengan lingkungannya, hubungan social yang kompleks, dan budaya organisasi yang khas.
  1. Elemen Kunci
Setiap organisasi akan memiliki aktivitas untuk mencapai tujuannya. Pencapaian tujuan organisasi akan meminta sejumlah aktivitas individu atau kolektif yag harus dikoordinasikan supaya terarah pada pencapaian tujuan. Disinilah interaksi social berlangsung yang tidak hanya dipengaruhi struktur dan anggotanya, tetapi juga oleh budaya, politik, teknik produksi, dan lingkungannya.
Hoy dan Miskel (2001:31), menggambarkan elemen-elemen dalam organisasi sebagi berikut:
Struktur dalam konteks sekolah meliputi peran dan harapan birokrasi, posisi dan hierarki, aturan dan regulasi, serta spesialisasi.
Individu dalam interaksi organisasi yang diatur oleh struktur organisasi memiliki kebutuhan keyakinan, dan pemahaman tersendiri terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Dua hal utama dala individu adalah kognisi dan motivasi. Kognisi terdiri dari kebutuhan, tujuan, keyakinan dan pemahaman. Motivasi merupakan alasan/ motif seseorang bekerja.
Culture (budaya) mereprentasi sesuatu yang tidak tertulis dalam oraganisasi, meliputi nilai dan norma, kebiasaan, keyakinan, cara berpikir, dan artifact (sesuatu yang bersifat fisik). Menurut W. Z. Ouchi (1981), T. E. Deal dan A. A. Kennedy (1982), T. J. Petters dan R. H. Waterman (1982), Kreiner dan Kinicki (2005:90), bahwa kebudayaan memiliki dampak yang besar terhadap perilaku individu dalamorganisasi.
Politics merupakan kekuatan hubungan informal yang memunculkan penyeimbang bagi kekuatan organisai formal. Politik merupakan hal yang bersifat informal, tidak terlihat, dan tidak memiliki legitimasi formal.
Environment adalah segala sesuatu yang berada di luar organisasi. Sebagai system social, organisasi memiliki batas organisasi yang mungkin bias.
Outcomes adalah hasil yang dicapai dari proses transformasi berbagai komponen input. Proses transformasi meliputi interaksi empat komponen, yaitu system struktur, budaya, politik, dan individu.
Internal feedback loops adalah umpan balik internal yang muncul dari berbagai komponen organisasi social (struktur, budaya, politik dan individu).
Eksternal feedback loop umpan balik eksternal yang muncul dari interaksi lingkungan internal sekolah dengan lingkungan eksternalnya.
  1. Sekolah sebagai Organisasi Pembelajar
Sekolah dipandang sebagai organisme yang hidup dan berkembang sebagaimana makhluk hidup. Fasilitasi organisasi supaya kemampuan SDM dapat belajar terus inilah yang berkembang saat ini dan dikenal dengan “learning organization” (LO). LO diperkenalkan oleh Peter Senge sekitar 1990 dan menghasilkan berbagai aplikasi dalam berbagai bidang, salah satunya manajemen.
Cara yang harus dipikirkan oleh kepala sekolah dan personilnya untuk menjadikan sekolahnya tempat LO adalah:
  1. Menemukan berbagai cara untuk membuat struktur organisasi sekolah yang secara terus menerus mendukung layanan pembelajaran dan memperluas kemampuan adaptasi sekolah.
  2. Mengembangkan iklim dan budaya organisasi yag memiliki karakteristik terbuka, kerjasama, dan mampu mengatur diri sendiri.
  3. Mengidentifikasi individu yang progresif, sukses, dan terbuka untuk perubahan.
  4. Mencegah kekerasan, penyelewengan dan politik yang tidak benar dalam layanan pembelajaran.
  5. Memimpin dengan model kepemimpinan transformasional.
  6. Komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan.
  7. Membuat keputusan partisipasif.
  8. Mengembangkan kapasitas sekolah untuk merespon berbagai masalah secara efektif dan menyeluruh.

Nasi Goreng Seafood

Hmm..
siapa yang suka makan nasi goreng??

hmm..yummii..yummmiiii.... :)
tapi sebagai penikmat nasi goreng, seyogyanya kita tidak hanya bisa makan saja. Tapi juga pandai memasaknya sendiri. Temen-temen pasti punya resep favorit dan spesial masing-masing kan? Ada juga yang resep keluarga. Dari mamah turun temurun ke anak-anaknya. Kali ini saya akan membuat Nasi goreng Seafood yang maknyus ladanya..(hihihi..maklum suka pedes).
Bahan:
  1. Nasi untuk 2 porsi
  2. 2 butir telur
  3. 5 butir cabai keriting
  4. 15 butir merica
  5. 1 siung daun bawang
  6. 5 siung bawang merah
  7. 3 siung bawang putih
  8. Terasi
  9. Garam secukupnya
  10. Penyedap makanan rasa Sapi
  11. Kecap manis
  12. Saus cabe
  13. 250 gram cumi
  14. Minyak goreng secukupnya
Cara membuat:
Siapkan semua bahan, kemudian cuci cumi-cumi sampai bersih, tiriskan dan potong-potong sesuai selera. Haluskan cabe, bawang putih, bawang merah dan merica. Lalu iris daun bawang. Kemudian siapkan wajan, lalu tuangkan minyak goreng secukupnya tunggu sampai panas lalu tumis bumbu yang telah dihaluskan, kemudian masukkan terasi dan daun bawang, aduk-aduk tunggu sampai tercium harum dan daun bawang layu. Kemudian masukkan cumi-cuminya sampai berubah warna kecoklatan. Kemudian masukkan nasinya, saus cabe dan kecap manis secukupnya lalu aduk-aduk sampai tercampur rata. Masukkan garam dan penyedap rasanya. Aduk hingga tercampur rata dan matang. Sajikan di piring untuk selanjutnya diberi garnish. Dadar 2 butir telurnya, lalu siapkan hiasan untuk nasi gorengnya seperti potongan tomat segar dan salanya. Sajikan dengan nasi gorengnya dan Nasi gorengpun siap disantap...yummiii..yummiii.. Selamat menikmati.. :)